Limbah Aki Kendaraan Berbahaya, NS Battery Berlakukan Penukaran Accu Bekas

Greend Energy

TANGERANG, iNews.id – Komponen utama penyusun accu alias aki (baterai) kendaraan bermotor sampai saat ini masih terbuat dari timbal (timah hitam/Pb) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan zat berbahaya bagi lingkungan. Sampai saat ini, belum ada alternatif sebagai penggantinya.

Tingginya angka kendaraan bermotor di Indonesia yang mencapai 8 juta kendaraan roda empat dan 32 juta roda dua, membuat banyak jumlah aki bekas pakai setiap tahun. Sayang, limbah aki tersebut tidak dikelola dengan tepat sesuai prosedur yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pengolahan limbah aki yang tidak sesuai prosedur atau ilegal menjadi isu yang terus menghantui dan memperburuk pencemaran lingkungan di Indonesia. Riset terkait yang dilakukan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Bersama Australia Aid pada akhir tahun 2018, memunculkan fakta pencemaran debu timbal telah terjadi sejak puluhan tahun lalu.
Selain itu, air aki pada baterai bekas termasuk dalam bahan berbahaya dan beracun (B3) karena memiliki sifat korosif. Bahkan, beberapa daerah di Indonesia yang dekat dengan tempat pengolahan limbah aki mengalami pencemaran pada tanah, serta penurunan kualitas udara dan air, dan dampak terbesarnya adalah masalah kesehatan.

Kondisi inilah yang kemudian menjadi perhatian NS Battery sebagai produsen aki lokal Indonesia. Mereka berusaha aktif membantu pengendalian tingkat pencemaran lingkungan yang ditimbulkan aki bekas. NS Battery mengajak keterlibatan para pemangku kepentingan serta masyarakat umum untuk turut serta ambil bagian aktif dalam program Eco Care NS Battery.

“NS Battery berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan produk aki bergaransi resmi, tetapi kami juga ingin menyentuh area kesehatan serta keberlangsungan alam dan lingkungan. Program Eco Care ini adalah inisiatif kami untuk membantu mengontrol tindakan pengelolaan aki bekas yang tidak sesuai prosedur, berpotensi merusak lingkungan, dan mengancam kesehatan,” ujar Business Development Head PT Nipress Energi Otomotif (NS Battery), Vony Yudha, dalam keterangan persnya, Rabu (24/7/2019).

Usaha daur ulang aki bekas banyak dilakukan oleh industri rumah tangga dan kecil yang tersebar di berbagai tempat. Produk setengah jadi yang dihasilkan daur ulang industri kecil akan diproses lebih lanjut menjadi produk murni.
Mayoritas industri kecil ini tidak memiliki izin operasional (ilegal), serta tidak memenuhi standar baku penanganan limbah berbahaya, seperti aki bekas, sehingga mencemari lingkungan dan sangat tidak aman bagi kesehatan.

Karena itu, NS Battery sadar keterlibatan pihak-pihak terkait sangat penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai hal ini, antara lain distributor, mitra pemasar, pengolah limbah resmi, dan tentunya masyarakat sendiri sebagai konsumen. Khususnya toko/bengkel sebagai penjual aki, NS Battery mengajak secara khusus partisipasi penjual aki dalam memiliki kepedulian untuk tidak membiarkan air dari aki bekas yang mereka terima dari konsumen dibuang sembarangan.

Salah satu mekanisme program Eco Care NS Battery bagi konsumen adalah pemberian tambahan diskon yang menguntungkan untuk setiap penukaran aki bekas dengan aki NS baru. Selanjutnya aki bekas yang masih dalam kondisi baik – aki yang masih dalam kondisi utuh dan belum dibuang airnya – diberikan kepada mitra pengelola limbah yang telah memiliki ijin khusus dari KLHK. Hal ini tentunya untuk menjamin proses pengolahan limbah aki dijalani sesuai prosedur yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Dijalankan sejak 2017, program Eco Care NS Battery telah dan akan terus bekerja sama dengan pengelola limbah yang telah memiliki izin khusus dari Kementerian LHK, untuk menjamin setiap proses mengikuti prosedur yang ditentukan pemerintah. Saat ini, NS Battery telah bekerja sama dengan sejumlah mitra pengelola limbah, khususnya di area Jawa dan Sumatera.

“Kami berharap melalui program Eco Care, NS Battery dapat ikut mendukung program pemerintah dalam memperbaiki kualitas hidup manusia Indonesia, sekaligus mendampingi masyarakat menjadi agen perubahan dalam menumbuhkan kesadaran diri sendiri dan orang-orang sekitar, mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan untuk generasi mendatang,” kata Yudha.

Editor : Dani Dahwilani

 

Sumber : https://www.inews.id/otomotif/aksesoris/limbah-aki-kendaraan-berbahaya-ns-battery-berlakukan-penukaran-accu-bekas

 

 

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2020 NIPRESS Tbk

Log in with your credentials

Forgot your details?