Andalkan LCGC, Pangsa Pasar Nipress Meroket

screenshot_92

 

 

Jakarta, PT Nipress Tbk ikut kebagian untung lonjakan penjualan penjualan low cost green car (LCGC) ataw mobil murah. Pesanan komponen local untuk proyek LCGC akan mengerek pangsa pasar produsen baterai untuk industry dan otomotif ini.

Tahun lalu, di segmen otomotif, pangsa pasar emiten berkode saham NIPS ini hanya 5%. Nah, kehadiran LCGC akan menaikkan pangsa pasar perusahaan ini menjadi 25%. “dipasar LCGC kami mendapatkan 70% market share,” ujar Richard Tandiono, Direktur PT Nipress Tbk.

Makanya tahun ini,Nipress optimis kinerja bias tumbuh sekitar 35% daripada tahun lalu. Meskipun angka realisasi penjualan tahun 2013 belum keluar Richard menargetkan, Nipress bias mengantongi pendapatan hingga Rp 1,28 triliun di tahun kuda kayu ini. Ini sejalan dengan data gabungan kendaraan industry bermotor (Gaikindo) yang meramalkan penjualan LCGC tahun ini naik 144% menjadi 125.000 unit dari tahun lalu.

Sama seperti pertumbuhan tahun ini, Richard bilang, pendapatan tahun lalu juga meningkat 35% dari tahun 2012. Merujuk laporan keuangan perusahaan, realisasi penjualan tahun 2012 sebesar Rp 702,72 miliar. Artinya, tahun lalu, pendapatan perusahaan mencapai Rp 948,67 miliar.

Menurut Richard, tahun ini Nipress akan memanfaatkan pertumbuhan pasar otomotif, baik mobil ataupun motor. Selain pasar otomotif, Nipress juga mengambil peluang dari sector industry. “tahun mendatang, kebutuhan akan energy terbarukan semakin meningkat,” Kata Richard.

Sekedar informasi, Nipress menjual baterai motor sebesar Rp. 80.000 sampai Rp. 90.000 per unit. Sedangkan untuk harga jual baterai  mobil dibanderol seharga Rp 350.000 per unit. Khudud untuk baterai industry, Nipress memasang harga sebesar Rp 1,5 juta.

Tak cuma menjual baterai di dalam negeri, Nipress juga mengekspor baterai motor dan mobil ke 70 negara di kawasan Afrika, Timur Tengah, Asia, Amerika Latin, dan Eropa. Salah satu Negara di Asia yang cukup banyak mendapatkan pasokan baterai dari Nipress adalah India.

Namun, tahun ini, Nipress juga akan menggenjot pasar domestic, selain menggarap pasar ekspor. Selama ini, kontribusi penjualan ekspor sebesar 45%, sedangkan pasar domestic sekitar 55%. “Bukannya kami mengurangi, tapi pasar domestic lebih kencang,” Kata Richard.

Di 2012, porsi ekspor Nipress mencapai 70% sedangkan pasar domestic hanya 30%. Di tahun 2013, pasar domestic dan ekspor seimbang, yakni porsinya sama-sama 50%.

 

Belanja Modal 2014

Melihat peluang di depan mata, Nipress gencar berekspansi. Saat ini, kapasitas produksi baterai sekitar 200.000 unti per tahun dengan tingkat utilisasi pabrik sampai tahun lalu sebesar 97%. Karena itu, perusahaan itu berencana membangun pabrik baterai baru di Cileungsi, Jawa Barat, untuk menambah kapasitas produksi.

Pembangun pabrik batu ini diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp 280 miliar. Pembangunan pabrik direncanakan mulai pada bulan April 2014 mendatang dan sedianya bakal rampung disemester II 2015. Pabrik baru ini juga akan mengerek kapasitas produksi terpasang Nipress menjadi 544.000 unit per tahun.

Adanya rencana ekspansi ini membuat Nipress harus menganggarkan belanja modal sebesar Rp 400 miliar di tahun 2014. Selain untuk bangun pabrik yang menghabislan dana sekitar Rp 280 miliar, sekitar Rp 40 miliar lainnya akan digunaan untuk meningkatkan teknologi dan kegiatan perawatan rutin pabrik yang sudah ada. Sisanya sekitar Rp 80 miliar dipergunakan untuk modal kerja.

0 Comments

Leave a reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2016. PT. Nipress, Tbk.

Log in with your credentials

Forgot your details?